Saat semua sibuk menyanjung Jack Wilshere, Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs, orang-orang seperti lupa dengan sosok pemain muda asal Perancis
ini. Memiliki determinasi tinggi, petarung dengan pergerakan dan
kemampuan mengalirkan bola yang baik, sangat aneh melihatnya masih
terpaku di bangku cadangan setelah menunjukan beberapa penampilan
gemilang disetiap kesempatannya yang minim.
![]() |
| Francis Coquelin, kelahiran: Laval 13 Mei 1991 |
Ya, dialah Francis Coquelin. Datang dari Stade Lavallois,
Perancis pada 2008, sang pemain tak butuh waktu lama menembus skuad
senior Arsenal. Menjadi bagian dari skuad junior yang memenangkan double
gelar: Youth Premier League dan Youth FA Cup pada tahun yang sama
bersama Jack Wilshere dan Emmanuel Frimpong.
Secara fisik Coquelin memang terlihat tidak meyakinkan tapi kemampuannya
melebihi itu semua. Sang pemain sudah mampu membuktikan bahwa dia tidak
hanya sekedar pemain bertalenta. Tercatat 4 posisi sudah dikecapnya
dibeberapa kesempatan: Defensive Midfiler, Center Midfiler, Right Midfiler, bahkan Fullback. Semuanya memuaskan.
Sejatinya, Francis Coquelin bisa dan sudah membuktikan bahwa ia bisa
menjadi jawaban atas beberapa masalah krisis pemain Arsenal di beberapa
posisi. Karakternya yang tak kenal takut dan tak mudah menyerah
sangatlah khas Arsenal. Memiliki kemauan bertarung, mengalirkan bola,
bergerak dinamis dan kemampuan bertahan serta menyerang yang sama
baiknya membuktikan Coquelin adalah pemain spesial.
![]() |
| Selalu mengerahkan 100% setiap mendapat kesempatan |
Sangat aneh Wenger hanya menjadikan pemain ini sebagai supersub
bahkan opsi ketiga dalam subsitusi pemainnya. Meski musim ini sudah
mendapat kesempatan bermain lebih banyak dibanding musim-musim
sebelumnya bukan tidak mungkin Coquelin frustasi.
Di awal musim dia pernah mengatakan mulai frustasi dan ingin hengkang.
Tapi manajemen tampak adem ayem menanggapi keluhan sang pemain. Ketika
klub memberi kontrak baru plus kenaikan gaji kepada Wilshere, Gibbs,
Jenkinson, Chamberlain dan Ramsey, masa depan Coquelin justru tidak
jelas bahkan termasuk pemain dengan gaji terendah di Arsenal.
Dengan usia yang sudah 22 tahun bukan tidak mungkin kepergian Coquelin
sebagai aset berharga bagi masa depan Arsenal hanya masalah waktu,
mengulangi kejadian Sebastian Larsson (Sunderland) bahkan Kyle Bartley (Swansea).
Hentikanlah kebiasaan ini!!






0 komentar:
Posting Komentar